Rubrik Pakar
Minggu, 12 Februari 2017
Pola Hidup Sehat untuk Mengurangi Risiko Stroke


Kampanye gerakan pola hidup sehat dalam rangka meningkatkan tingkat kesadaran akan hidup sehat telah ada dan sudah menjadi rahasia umum bagi semua orang, termasuk para eksekutif muda. Hal itu telah mendorong para eksekutif muda untuk mempratikkanya dengan memperhatikan pola makanan dan menyempatkan berolahraga. Selain itu, menurut dr. Buti Azhali, Sp.A, M.Kes, para eksekutif muda juga mengandalkan suplemen multivitamin untuk menghindari kemungkinan gangguan kesehatan.

 
Meskipun demikian, menurut dr. Buti, yang saat ini banyak menangani pasien di Brawijaya Clinic Bandung; mengaku masih banyak eksekutif muda yang terjebak pola hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan makan yang kurang baik yakni kurangnya asupan serat dan cairan dan kurangnya olahraga dan kebiasaan merokok yang tidak bisa dihindari. Mengutip rona.metrotvnews.com, para eksekutif muda ini cenderung menyukai makanan yang mengandung penyedap rasa.
 
Melihat kondisi tersebut, tidak heran jika ancaman berbagai macam penyakit berbahaya dapat terjadi di kalangan eksekutif muda yang berusia 25—40 seperti maag, liver, kolesterol, trigliserida, dan gula yang menimbulkan penyakit jantung, darah tinggi, stroke, dan diabetes di kemudian hari. Bahkan sebagian besar pasien penyakit stroke adalah eksekutif muda dan pasien berumur 40 tahun ke atas (beritasatu.com).
 
Oleh sebab itu, untuk mengurangi risiko tersebut menurut dr. Buti perlunya melakukan pola hidup sehat sedini mungkin dengan memperbanyak asupan air mineral, buah, sayuran, dan lebih banyak bergerak aktif. Sebab, sekarang ancaman kesehatan tersebut tidak mengenal usia.
 
Profil Penulis

dr. Buti Azhali, Sp.A, M.Kes

dokter praktek di Brawijaya Clinic Bandung