News
Selasa, 4 Oktober 2016
HIPMI BPC JAKARTA PUSAT selenggarakan Financial Literacy Day talkshow dan seminar


 Ketua Umum BPC HIPMI JAKPUS – Aaron Sampetoding pun menambahkan bahwa “Sudah menjadi tugas Hipmi sebagai organisasi terdepan kewirausahaan nasional untuk membenahi ekosistem wirausaha pengusaha muda di Indonesia kedepannya.  Ekosistem wirausaha yang baik adalah apabila pengusaha berada dalam lingkungan yang menopang tumbuh kembangnya usaha dan tingkat ketahanan pengusaha dari tantangan alaminya, yaitu akses ke pendanaan, akses ke pasar, kebijakan pemerintah, budaya masyarakat yang mendukung serta sektor pendidikan yang bersahabat dan menopang tumbuh kembang pengusaha pemula dan muda baru.”  

 Jakarta, 4 Oktober 2016. Pengusaha adalah pihak yang juga ikut menggerakkan perekonomian baik Negara berkembang atau bahkan di negara maju,baik pengusaha skala kecil ataupun pengusaha dalam skala besar. Dimana faktanya, jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 1.65% yang idealnya adalah diatas 2% dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia. Angka tersebut masih tertinggal di bandingkan negara tetangga seperti Singapura (7%), Malaysia(5%), atau Thailand (3%), atau dibandingkan negara maju seperti Amerika (11%) dan Jepang (10%).  

 
Sangat di butuhkan terus tumbuhnya jumlah dan ragam pengusaha di Indonesia untuk membantu tercapainya perkembangan ekonomi yang semakin baik. Pengusaha-pengusaha terus bertambah jumlah dan ragamnya, dan terus di dukung pemerintah perkembangannya, namun sangat disayangkan hanya 4% dari perusahaan tersebut yang dapat bertahan hidup selama lima tahun pertama. Beberapa hal bisa menjadi kendala bagi pendatang-pendatang baru di dunia usaha, seperti strategi pemasaran, market, kurangnya pengetahuan di bidang Finansial dan masih ada faktor-faktor lain yang dihadapi para pengusaha baru.
 
“Survei OJK beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa tingkat wawasan keuangan masyarakat Indonesia baru sekitar 21.84 persen, ini masih jauh dibawah benchmark Bank Dunia yaitu 30 persen, oleh karena itu Hipmi merasa perlu adanya langkah nyata untuk memperbaiki literasi keuangan masyarakat dan anggota Hipmi pada khususnya, karena literasi keuangan merupakan satu kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh pengusaha muda Indonesia kedepannya untuk memperbaiki kualitas pengusaha dan ketahanan ekonomi nasional.” Ungkap Ketua Umum BPC HIPMI JAKPUS – Aaron Sampetoding
 
Menurut Ketua Pelaksana - Ariguna Napitupulu “Sebagai pengusaha muda, aspek finansial dalam menjalankan bisnis masih butuh untuk ditingkatkan. Para anggota HIPMI sebagai salah satu ujung tombak dunia usaha nasional harus selalu update dengan segala hal yang dapat berpengaruh pada kelangsungan bisinisnya, khususnya di bidang keuangan.”
 
Atas dasar fakta-fakta di atas, adalah penting untuk sebuah komunitas untuk ikut serta meningkatkan pengetahuan kepada para pengusaha. Khususnya mengenai bidang financial seperti konsep keuangan, kebijakan financial di Indonesia dan juga update produk financial yang dapat di gunakan sebagai alat bantu.
 
Ketua Umum BPC HIPMI JAKPUS – Aaron Sampetoding pun menambahkan bahwa “Sudah menjadi tugas Hipmi sebagai organisasi terdepan kewirausahaan nasional untuk membenahi ekosistem wirausaha pengusaha muda di Indonesia kedepannya.  Ekosistem wirausaha yang baik adalah apabila pengusaha berada dalam lingkungan yang menopang tumbuh kembangnya usaha dan tingkat ketahanan pengusaha dari tantangan alaminya, yaitu akses ke pendanaan, akses ke pasar, kebijakan pemerintah, budaya masyarakat yang mendukung serta sektor pendidikan yang bersahabat dan menopang tumbuh kembang pengusaha pemula dan muda baru.”  
 
Kami HIPMI BPC Jakarta Pusat bersama pihak-pihak pendukung lain melaksanakan sebuah kegiatan sosialisasi dan sharing yang di kemas santai namun komunikatif dan informatif. Adapun kegiatan yang akan kami selenggarakan adalah
 
Talkshow dan Seminar
 
Financial Literacy Day “Businessman Tangguh Paham Keuangan”
 
Selasa, 4 Oktober 2016, 09.00 – 18.00
Di Paramadina Graduate School, Energy Tower, SCBD – Jakarta Selatan
 
 
Menghadirkan pembicara:
Tito Sulistyo – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI)
Friderica Widyasari Dewi – Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Jakarta (KSEI)
Kemas Danial  - Direktur Utama LPDB Kementrian UMKM
Muhammad Aaron Sampetoding – Komisaris Siner Reysen Utama
Irwan Abdalloh -  Head Of Islamic Capital Market Development Indonesia Stock Exchange
Rahmat Slamet – Direktur Pemasaran Jasa Raharja Putera
Prasetio – Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia
Wisnu Dharmawan – Direktur Valbury Securitas
Bastary Pandji Indra – Asdep Pendanaan Infrastruktur Menko Perekonomian
Prof Firmanzah, PhD – Rektor Universitas Paramadina
Suwito Haryanto – Direktur Investasi MNC Asset Management
Iskandarsyah Rama Datau – Ketua Umum HIMPI Jaya
 
Moderator:
Donke Kahfi (Pakar Investasi Infrastruktur)
Heru Mahyudin (Pakar Hukum dan Regulasi Keuangan)
 
Demi keberlanjutan acara Financial Day ini, HIPMI BPC JAKPUS mengadakan beberapa MOU antara lain:
 
1. HIPMI BPC JAKPUS dengan LPDB
Tentang 
Pemberian fasilitas permodalan dalam bentuk pinjaman/pembiayaan Kepada Pelaku Usaha Anggota / Mitra Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi DKI Jakarta Raya.
 
2. HIPMI BPC JAKPUS dengan VALBURY ASIA SECURITIES
Tentang
Saling memfasilitasi untuk memberikan pengetahuan lebih luas dan kemampuan yang lebih baik lagi kepada para pengusaha muda dan juga investor muda demi kemajuan ekonomi bangsa.
 
3. HIPMI BPC JAKPUS dengan MNC Asset Management
Tentang 
Pemberian benefit berupa diskon spesial untuk pemasangan iklan di media-media MNC Group untuk setiap pembelian/subscription Reksa Dana MNC
 
 
4. HIPMI BPC JAKPUS dengan Universitas Paramadina
Tentang 
Pendidikan, Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui hubungan kerjasama dan sinergi dan untuk dijadikan acuan dan dasar penyusunan kerjasama antara PARA PIHAK dalam hal menerapkan kemampuan PARA PIHAK
 
 
Sponsor Acara:
Platinum Sponsor: RM Maranu, Satria Akasa, Siner Group
Gold Sponsor: Valbury Securities, Batik Songket, DK, MNC Asset Management
Silver Sponsor: Nu Green Tea, PIP, Ardena, DDW Convex, Dwi Jati Sukses, Solutech, BAM Inc, Nasari, Mega Buana, Univ Paramadina, Trans Pasific, Notaris Heru, JP Insurance
Bronze Sponsor: Naker Shoes & Clothes, IDX, Koperasi Amanah, UOB Bank, BabaFarm.
 
Media Partner: 
myBusiness Magz, IMN, Investor Daily, MNC Media
 
Supported Partner:
HIPMI JAYA, Komunitas Investor Muda (KIM), Yayasan Jakarta Pengusaha Sosial (JAKPUS), JAKPUS Academy, Enterpreneur Club Indonesia (ECI), AMA DKI, HIPMI 2015.
 
 
 
Artikel Lainnya
  • Rhesa Yogaswara Terpilih Jadi Ketua Umum PERPI 2018 - 2020
  • Digitalisasi Asuransi: Keuntungan Istimewa untuk Anda! (Bagian 2)
  • Digitalisasi Asuransi: Keuntungan Istimewa untuk Anda!