Analisa Bisnis
Minggu, 2 November 2014
Indonesia Masih Perlu Banyak Aktuaris


Bagi sejumlah orang, profesi sebagai aktuaris bisa jadi masih terdengar asing. Bahkan mungkin saja ada yang baru mendengarnya. Awareness tentang profesi aktuaris ataupun tentang aktuaria itu sendiri memang belum begitu meluas. Karena itu pula, tak heran bila jumlah aktuaris masih terbilang sangat rendah.

Hal ini terungkap dalam seminar nasional bertema ‘Be Successfull in Finance Mathematics’ yang diselenggarakan oleh Departemen Public Relation Gumatika IPB di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Bogor, akhir September lalu. Pada seminar yang diikuti oleh sekitar 327 peserta ini, dibahas tentang aktuaria, profesi aktuaris, serta OJK.

Aktuaria, disebutkan Rodney Coelho, FSA, FCIA, Head of Actuarial Strategy Manulife Indonesia, berurusan dengan keuangan yang terkait risiko serta ketidakpastian. Sementara aktuaris adalah mereka yang mengelola risiko secara matematis, mengevaluasi kemungkinan kejadian serta keluarannya.

Mereka yang berprofesi sebagai aktuaris ini bisa bekerja di banyak bidang seperti perusahaan asuransi, konsultan, pemerintah, bank, rumah sakit, dan lain sebagainya. Selain melalui jalur formal, seperti mengambil jurusan matematika atau statistika di universitas, misalnya, kursus maupun program internship yang tersedia di sejumlah perusahaan juga dapat diambil. Namun yang paling penting,untuk menjadi aktuaris, harus lulus ujian profesi.

Selain tentang aktuaria, dalam seminar tersebut juga dipaparkan tentang Otoritas Jasa Keuangan. Seperti tertuang dalam Pasal 4 UU OJK, Otoritas Jasa Keuangan, bertujuan agar keseluruhan kegiatan sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Juga mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan, stabil, dan mampu melindungi kepentingan konsumen dalam masyarakat.

Fungsi OJK, dijelaskan oleh Ir. Yusman, MSc., dari Otoritas Jasa Keuangan, adalah menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam sektor keuangan. Sementara tugasnya adalah melaksanakan pengatuan dan pengawasan terhadap sektor keuangan.

Artikel Lainnya