Agents Insight
Jumat, 6 Maret 2015
Pastikan Agen Kredibel


 
Dengan banyaknya perusahaan asuransi, produk yang ditawarkan menjadi beragam. Ya, memang, sejumlah produk terlihat serupa, namun masing-masing produk yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi bisa berbeda.
 
Kalau bingung, pilih saja lima perusahaan asuransi teratas. Untuk kemudian dibandingkan keunggulan dari masing-masing produk yang ditawarkan. Ada perusahaan yang unggul untuk produk asuransi tradisional, ada pula yang unggul di produk asuransi untuk penyakit kritis.
 
Kemajuan teknologi mempermudah seseorang untuk mencari informasi tersebut. “Browsing saja lalu cari produknya,” ujar Lucy Dewani Soeradji, CFP.
 
Setelah itu, hal lain yang perlu diperhatikan sebelum membeli produk asuransi adalah seberapa kredibel agen yang menawarkan. Untuk tahu kredibilitas agen tersebut, menurut Lucy, tentu saja, Anda setidaknya memiliki hubungan terlebih dulu dengan agennya. Kemudian kalau agen yang menawarkan tergolong junior, bisa ditanyakan jejak rekam mereka dengan leadernya. “Anda juga bisa menanyakan berapa lama mereka berada di dunia asuransi,” terang Lucy.

Lama mereka bekerja di sebuah perusahaan atau industri asuransi setidaknya menjadi patokan pengalaman mereka. Mengingat saat ini proses menjadi agen demikian cepat sehingga ilmu yang diperoleh belum banyak, informasi yang disampaikan kurang mendetail hingga akhirnya banyak nasabah yang menutup polisnya.
 
“Sangat disayangkan kalau punya agen yang hanya sebentar saja. Karena yang rugi adalah nasabahnya. Mereka bisa tidak mendapat informasi yang benar,” lanjut Lucy.

 
Ketika mendapat penjelasan dari agen pun, informasi yang diberikan harus lengkap. “Jangan mau menelan informasi bulat-bulat. Kalau belum jelas, tanyakan kembali ke agennya. Jangan sampai tidak bertanya,” tegas Lucy mewanti-wanti.
 
Contohnya saja soal proteksi, tidak setiap orang memiliki nilai proteksi maupun premi yang sama. “Ada perhitungannya. Dari biaya hidup, usia, dan lain sebagainya,” terang Lucy.
 
Dari perhitungan tersebut, nantinya akan keluar nilai premi bagi indiviadu itu. Dengan perhitungan tersebut, premi maupun proteksi seseorang bisa berbeda satu sama lain. “Diharapkan, agen asuransi, seperti itu,” kata Lucy.
 
Lalu, agen yang dipilih ada baiknya memiliki latar belakang perencana keuangan bersertifikasi atau certified financial planner (CFP). Akan lebih bagus bila menjadi anggota MDRT (Million Dollar Round Table).
 
Cuma perlu hati-hati mengingat ada banyak agen yang menempelkan MDRT pada kartu amanya, padahal bukan. Untuk tahu, agen tersebut benar anggota MDRT, kata Lucy, tanyakan saja berapa kali mereka sudah mengikut annual meeting atau pertemuan tahunan. Kalaupun bukan agen MDRT, tanya saja sudah berapa lama mereka berkecimpung di industri asuransi.
 
Adanya MDRT menjadi nilai tambah bagi agen tersebut. “Orang yang sudah mencapai MDRT, rata-rata memiliki pendekatan yang berbeda. Mereka lebih sharing kepada nasabah. Dan nasabah lebih mau memilih yang mana. Yang penting hatinya ‘kena’,” tandas Lucy.

Artikel Lainnya