Agents Insight
Senin, 2 Maret 2015
Harus Punya Asuransi Kesehatan


 
Setidaknya ada tiga macam asuransi, terkait dengan kesehatan dan jiwa, yang banyak dijual. Ketiga asuransi ini disebutkan oleh Lucy Dewani Soeradji, CFP, adalah asuransi yang terkait dengan rumah sakit, asuransi tradisional, dan unit link. Untuk asuransi yang berhubungan dengan rumah sakit, Lucy menegaskan bahwa setiap orang wajib memilikinya. Mau asuransi yang berasal dari BPJS, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, atau dari perusahaan asuransi lainnya, harus dimiliki.
 
Kalau sudah memiliki asuransi tersebut dan sudah cukup bagus dari sisi manfaat yang diperoleh, cukup dipertahankan saja. “Nah, yang asuransi tradisional itu, orang kebanyakan mengambil asuransi jiwa,” lanjut Lucy.
 
Pada produk yang tradisional ini, premi yang dibayarkan, bila tidak terjadi sesuatu, akan hangus. “Untuk asuransi rumah sakit juga ada yang sistem hangus. Tetapi, ada juga yang menempel di unit link,” imbuh MDRT Country Chair Indonesia 2013-2014 ini.

 
Di produk unit link, ada manfaat yang bisa untuk rumah sakit. Klien atau nasabah yang dipegang oleh Lucy, kebanyakan menambahkan untuk penyakit kritis dalam produk unit link.
 
Tambahan manfaat untuk perlindungan penyakit kritis seringkali ditawarkan oleh Lucy mengingat banyak orang yang tidak memiliki dana tersedia ketika muncul penyakit kritis. “Mereka tidak punya dana stand by, ratusan juta, apalagi di usia produktif, bila terjadi risiko di salah satu anggota keluarganya,” beber Lucy.
 
Sejauh ini, asuransi jiwa serta penyakit kritis yang kerap direkomendasikan oleh Lucy. Hanya, perlu dipastikan, sejauh apa proteksi yang diberikan dalam asuransi untuk penyakit kritis tersebut. Contoh mudahnya, salah satu kliennya membeli asuransi untuk penyakit kritis dengan manfaat sebesar Rp 1 Miliar.
 
Saat melakukan pemeriksaan kesehatan di sebuah rumah sakit di luar negeri, diketahui ada empat penyumbatan pada pembuluh darah jantungnya. Penyumbatan tersebut, ternyata masuk dalam kriteria penyakit krits. Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, dananya keluar 100 persen.
 
Dana tersebut digunakan untuk pengobatan dan sisanya bisa disimpan. “Dananya memang sudah habis. Tetapi masih ada dana untuk kecelakaan, cacat, serta jiwa,” terang Lucy.

Artikel Lainnya